Minggu, 23 Oktober 2011

Kebutuhan Manusia dan Kelangkaan


Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia memerlukan berbagai kebutuhan hidup yang berupa barang atau jasa.  Ilmu yang mempelajari berbagai tindakan manusia untuk memenuhi kehidupan hidupnya yang banyak bervariasi, dan berkembang dengan menggunakan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan dalam kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi disebut ilmu ekonomi.

          Kebutuhan hidup manusia banyak dan bermacam-macam. Ada makanan, minuman, pakaian, perumahan, peralatan ibadah, obat-obatan, kendaraan, televisi, radio, buku-buku pelajaran dan masih banyak lagi. Namun, alat pemenuh kebutuhan yang ada hanya bersifat terbatas atau langka. Artinya, jumlah alat pemenuh kebutuhan tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan. Maka, permasalahan ekonomi yang kita hadapi pada hakikatnya meliputi penyediaan alat pemuas kebutuhan manusia (apa yang harus diproduksi, bagaimana memproduksi, dan untuk siapa diproduksi).
Arti Ekonomi dan Ilmu Ekonomi

           Kata ekonomi (economic) berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos nomos atau oikos nomos yang artinya mengatur rumah tangga atau pengaturan rumah tangga. Jadi, pada awalnya ekonomi diartikan hanya mengatur rumah tangga. Kemudian pengertiannya semakin berkembang bukan hanya menyangkut kehidupan rumah tangga keluarga saja tetapi juga lingkungan rumah tangga usaha, negara, dan dunia.

           Seorang ahli ekonomi, Samuelson (1955), menyebutkan bahwa ilmu ekonomi (economics) adalah studi bagaimana orang-orang dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat dipergunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi, sekarang dan pada masa datang, kepada berbagai orang dan masyarakat.

           Ahli ekonomi lainnya, Salvatore dan Diulio (1980), menyebutkan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari individu-individu dan organisasi-organisasi yang berkecimpung dalam kegiatan produksi, pertukaran, dan konsumsi barang jasa.

           Dengan demikian arti ekonomi dapat diartiakan sebagai ilmu sosial yang mempelajari individu-individu dan organisasi-organisasi yang berkecimpung dalam kegiatan produksi (production), pertukaran (exchange), dan konsumsi (consumption) barang dan atau jasa.

           Dari definisi-definisi yang diungkapkan diatas sudah cukup jelas bahwa ilmu ekonomi diarahkan untuk mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, yang untuk memperoleh memerlukan pengorbanan karena ketersediaan alat pemuas kehidupan yang terbatas. Oleh karena itu, kajian utama dalam ilmu ekonomi dititikberatkan pada analisis barang-barang yang berguna (bernilai) bagi pemenuhan kebutuhan manusia yang sifatnya langka.
Kebutuhan Manusia dan Kelangkaan
Kebutuhan Manusia

          Masalah yang paling pokok dalam kehidupan manusia adalah bagaimana mengupayakan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya agar mampu memenuhi kelangsungan hidupnya.

          Kebutuhan manusia (human needs) adalah suatu rasa yang timbul secara alami dari dalam diri manusia untuk memenuhi segala sesuatu yang diperlukan dalam kehidupannya.

          Munculnya kebutuhan-kebutuhan tersebut kemudian mendorong timbulnya keinginan manusia (human wants) untuk memperoleh segala sesuatu yang dibutuhkan sebagai alat pemuas kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang paling pokok untuk memelihara raga, seperti makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. Kebutuhan lainnya ialah kebutuhna yg berkaitan dengan kejiwaan atau rohaninya seperti rasa kasih sayang, penerimaan kepercayaan, dan penerimaan lingkungan, serta kebutuhan spiritual.
  • Hal-hal yang mempengaruhi kebutuhan manusia


          Kebutuhan manusia biasanya timbul dari karena keadaan manusia yang dipengaruhi oleh kemajuan peradaban, sosial, budaya, dan berbagai hal lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola kehidupan manusia, antara lain:
  • Kemajuan peradaban


Semakin tinggi peradaban manusia semakin tinggi pula keinginan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya, sehingga akan semakin banyak pula kebutuhannya, baik macamnya, jumlahnya, maupun kualitasnya.
  • Kebangsaan dan budaya


Hal ini terjadi karena adanya terpengaruh adat istiadat atau kebiasaan (budaya). Misalnya orang Asia yang lebih membutuhkan beras dibandingkan orang Eropa atau Amerika yang lebih membutuhkan terigu dan kentang untuk makanan pokoknya.
  • Tempat tinggal dan iklim (keadaan alam)


Sangat berpengaruh terhadap keragaman kebutuhan mnausia. Misalnya, orang yang tinggal didaerah dingin akan banyak mempengaruhi makana yang menghangantkan badan dan pakain hangat.
  • Agama atau kepercayaan


Sebagai contoh, dalam pembelian makanan mereka akan memilih makanan yang dihalalkan menurut agama atau kepercayaan masing-masing. Selain itu pakaian atau paralatan lain yang khusus diperlukan akan disesuaikan dengan agama dan kepercayaannya.
  • Pendidikan


Orang yang berpendidikan rendah jarang memikikan hal-hal yang diluar kemampuannya, sedangkan orang yang berpendidikan lebih tinggi cenderung untuk memenuhi kebutuhan itu sesuai dengan daya nalarnya.
  •  Pekerjaan


Jenis pekerjaan dapat mempengaruhi keragaman kebutuhan manusia. Misalnya, seorang tukang becak atau petani dalam berpakaian tidak pernah atau jarang berpakain lengkap sedangkan seorang pekerja kantoran banyak memerlukan pakaian yang lebih baik peralatan yang diperlukanpun masing-masing berbeda. Demikianpun dengan keperluan rumah tangga akan menunjukkan pola yang berbeda.
  • Penghasilan yang diperoleh


Besar kecilnya penghasilan akan menjadikan dorongan bagi seseorang untuk mengubah pola konsumsinya. Jika penghasilan yang diperolehnya kecil, maka konsumsinya kecil aau dibawah rata-rata. Tetapi yang penghasilan nya besar, kemungkina pola konsumsinya lebih besar. Orang-orang yang berpenghasilan besar, tidak hanya mencukupi kebutuhan primer saja mungkin juga dapat memenuhi kebutuhan sekunder dengan sempurna bahkan bisa lebih dari itu dapat memperoleh kebutuhan tersier.
  • Umur


Misalnya, orang dewasa membutuhkna makanan lebih banyak, butuh hiburan, dan sebagainya. Sedangkan, anak kecil makanannya relatif lebih sedikit dari orang dewasa.

     Manusia mempunyai karakteristik yang beragam dan mereka biasanya tidak asal ja dalam membuat keputusan untuk memperoleh pemuas kebutuhannya. Jika kita simak, ternyata pemenuhan kebutuhan orang-orang terpengaruh oleh sifat-sifat budaya, sosial, pribadi, dan pisikologinya.
  • Upaya memenuhi kebutuhan


              Dalam kenyataannya, berbagai alat pemuas kebutuhan tersebut ada yang dapat diperoleh dengan upayanya sendiri (mengadakan sendiri), diupayakan sendiri dengan bantuan pihak lain, atau memang harus diperoleh dari pihak lain kerena berbagai keterbatasan kemampuan untuk menyediakan sendiri.
 Kelangkaan (scarcity)
Benda langka

     Bahwa faktanya ada benda alat pemuas kebutuhan yang tergolong benda (barang) yang dapat diperoleh dengan mudah dan ada yang diperoleh dengan tidak mudah.

     Benda yang diperoleh dengan mudah disebut benda bebas, yaitu benda atau alat pemuas kebutuhan yang dapat diperoleh tanpa harus mengeluarkan pengorbanan.

     Benda yang didapat secara tidak mudah disebut denda ekonomi, yaitu benda atau alat pemuas kebutuhan yang sifanya terbatas (langka), sehingga benda tersebut baru akan dapat diperoleh dengan cara mengeluarkan pengorbanan.

     Dalam keadaan tertentu, suatu benda bebas dapat berybah menjadi benda ekonomi menakala terjadi kelangkaan.
Pengertian kelangkaan

     Secara umun dapat dikatakan bahwa suatu barang atau jasa dikatakan langka apabila permintaan atau kebutuhan manusia akan barang atau jasa lebih banyak daripada tersedianya. Dan cara untuk memperolehnya diperlukan suatu pengorbanan tertentu.

     Dalam upaya memenuhi kebutuhan bahwa tidak semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi sendiri. Artinya, ada sesuatu yang langka (tidak ada) pada diri atau lingkungannya. Pada saat kelangkaan itu menimpa seseorang, maka ia harus memperoleh dari pihak lain, yang tentu saja untuk memperolehnya tidak gratis.

     Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak pernah ada puasnya. Kebutuhan manusia beranekaragam dan terus-menerus ada. Hari ke hari kebutuhan manusia semakin bertambah baik jumlah, mutu, dan coraknya. Pertambahannya itu tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Olehh karena itu, akan ada sebagian orang yang tidak mendapatkan alat pemuas kebutuhan yang diinginkan, entah karena tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan (biaya tidak terjangkau) atau karena barang sudah habis. Kondisi di atas dapat disebut sebagai kelangkaan. Jadi kelangkaan dapat diartikan situasi atau keadaan dimana jumlah sumber daya yang dirasakan kurang atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Menurut ilmu ekonomi, kelangkaan mempunyai dua makna, yaitu: Terbatas, dalam arti tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia. b. Terbatas, dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya.
     Kelangkaan adalah keterbatasan alat pemuas kebutuhan dihadapkan dengan kebutuhanyang tidak terbatas. Kebutuhan manusia yang tidak terbatas, artinya kebutuhan yang satu terpenuhi muncul kebutuhan yang lain. Terbatasnya alat pemuas kebutuhan itulah yang menyebabkan terjadinya kelangkaan atau ketidakseimbangan antara sumber alam dan kebutuhan.

     Kebutuhan manusia yang tidak terbatas itu tidak mungkin semua dapat dipenuhi meskipun manusia telah berusaha memperbanyak barang atau alat untuk memenuhinya. Kenyataan menunjukkan bahwa bertambahnya kebutuhan tidak sebanding dengan bertambahnya alat pemuas kebutuhan. Pertambahan kebutuhan lebih besar dari pada pertambahan alat untuk memenuhi kebutuhan, dengan kata lain kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan alat untuk pemuas kebutuhan terbatas. Akibatnya, terjadi kelangkaan alat untuk memenuhi kebutuhan.

     Manusia senantiasa berusaha mengatasi kelangkaan alat pemuas kebutuhan, yaitu menggali sumber daya alam yang ada dan memproduksi barang baru dengan alat produksi yang ada. Betapapu manusia berusaha, tetapi sumber daya alam dan alat produksi yang ada tetap terbatas jumlahnya. Oleh karena itu, sumber alam dan alat produksi yang telah ada harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain itu, sumber daya alam dan alat produksi harus dirawat baik-baik.

2 komentar: