Rabu, 14 Desember 2011

Siap Bersaing dalam Forum AFTA


AFTA mulai berlaku pada tahun 2003. Ini merupakan tantangan berat bagi para pengusaha Indonesia. Siapakah para pengusaha kita menghadapi pesaing global dalam forum AFTA ? Ternyata bahwa beberapa pengusaha Indonesia telah siap bersaing di forum perdagangan bebas Asia Tenggara ini. Salah seseorang pengusaha di Jakarta memberikanpenjelasan tentang kesiapannya bersaing di AFTA. Penjelasan pengusaha itu sebagai berikut.
Persiapan menghadapi AFTA telah kami lakukan sejak beberapa tahun lalau. Persiapapn ini meliputi sektor produksi, pemasaran, dan pelayanan (service).
1.        Sektor Produksi
Produksi kami laksanakan secara intensif, dengan meningkatkan efektifitas dan efesiensi. Ini perlu kami laksanakan agar kami mampu bersaing dalam harga. Dengan bekerja secara efektif dan efesien, perusahaan kami dapat menekan biaya priduksi sehingga kami dapat menjual produk dengan harga kompetitif (harga bersaing)
Kecuali itu, kami juga menjaga produk mutu kami agar siap bersaing dalam era global. Inovasi produksi pun selalu kami usahakan. Tujuannya untuk menciptakan produk baru, modelbaru, dengan berbagai tipe yang unik dan menarik, sekaligus praktis pemakaianya. Kami tahu dewasa ini konsumen Asia mulai meniru konsumen di negara-negara barat. Mereka menuntut produk inovasi, bermutu, dengan harga kompetitif. Target kami adalah setiap konsumen.
2.        Sektor Pemasaran
Beberapa tahun yang lalu kami telah menggarap secara serius pasar di beberapa negara Asia Tenggara , antara lain Singapura dan Malaysia. Kini barang produk perusahaan kami telah menerobos dan tersebar luas di kedua negara itu. Dalam pemasaran ini pun kami memperhatikan selera konsumen. Misalnya, dikalangan masyarakat kelas atas, kami pasarkan produk mewah
3.        Sektor Pelayanan
Dalam melakukan pelayanan kami selalu menyediakan barang dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen setiap waktu agar tidak mengecewakan konsumen.
Hal lain yang kami persiapkan adalah kualitas dan keterampilan sales kami. Kami tahu di samping mutu, model, dan harga konsumen juga menuntut pelayanan yang baik.
Dengan demikian, prinsipnya kami akan selalu melakukan inovasi, baik dari segi kualitas, model, maupun service, kami juga akan mempertahankan pasar yang telah kami kuasai dan memperluas pemasaran ke tempat-tempat yang belum kami kuasai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERTANYAAN DISKUSI

Pada kondisi bagaimana translasi mata uang asing mempengaruhi mata uang asing? Jawaban: Hubungan terbalik antara tingkat inflasi sebuah n...