Minggu, 20 Januari 2013

Jual Beli Valuta Asing


Pada perdagangan dalam negeri pihak penjual dan pembeli bertempat tinggal dalam negara yang sama. Dengan demikian, penjual, dan pembeli mengakui mata uang yang sama. Oleh karena itu, tidak ada kesulitan mengenai alat pembayaran. Penjula dan pembeli yang tinggal di Indonesia mau dibayar dan membayar dengan uang rupiah. Karena penjual dan pembeli tinggal di satu negara, pembayarannya dapat dilakukan secara langsung. Pembeli bertemu dengan penjual dan menyerahkan uang secara langsung.

Dalam perdagangan internasional, penjula dan pembeli tinggal di negara yang berbeda. Penjual dan pembeli mengakui mata uang yang berbeda. Oleh karena itu, pembayaran pada perdagangan internasional tidak dapat menggunakan uang dalam negeri. Pembayaran antar negara menggunakan devisa, yaitu dalam pembayaran luar negeri antara lain dengan uang asing (valuta asing). Pelaksananya, pembeli menukarkan valuta yang dimiliki dengan valuta asing yang diperlukan. Karena nilai mata uang suatu negara dengan negara lain berbeda, penukaran itu harus dengan kurs. Kurs adalah harga uang asing yang dinyatakan dengan rupiah.

Pada perdagangan intenasional, pihak penjual di luar negeri minta dibayar dengan valuta negaranya sendiri atau valuta asing yang berniali mantap, antara lain dolar AS.

Misalnya, seorang pedagang (importir) di Surabaya mengimpor alat-alat elektronik dari Jepang. Pengusaha elektronik di Jepang minta dibayar dengan yen atau dolar AS. Oleh karena itu, importir di Surabaya itu harus berusaha mendapatkan yen atau dolar AS untuk membayar alat-alat elektronika yang diimpornya. Untuk itu, ia harus menukarkan uang rupiah miliknya dengan yen atau dolar AS yang diperlukan. Dengan adanya tukar-menukar itu, terjadi perdagangan valuta asing atau jual beli valuta asing. Importir dapat membeli valuta asing dari bank devisa selaku pedagang valuta asing. Pengekspor mempunyai valuta asing karena pada waktu mengekspor barang ia bayar dengan valuta asing.

Di bursa valuta asing terjadi permintaan dan penawaran. Namun, bukan permintaan dan penawaran barang dan jasa, melainkan permintaan dan penawaran valuta asing. Kesempatan kurs dalam permintaan dan penawaran valuta asing akan membentuk kurs keseimbangan.

Dalam praktik, para pedagang valuta asing atau bank devisa yang memperdagangkan valuta asing menerapkan dua macam kurs, yaitu kurs beli dan kurs jual. Kurs beli adalah kurs yang berlaku bagi penawaran valuta asing. Kurs jual adalah kurs yang berlaku bagi permintaan valuta asing. Apabila pedagang valuta asing membeli valuta asing dari eksportir digunakan kurs beli. Apabila pedagang valuta asing menjual valuta asing kepada importir yang memerlukan, digunakan kurs jual. Kurs beli lebih rendah daripada kurs jual. Selisihnya merupakan keuntungan bagi pedagang valuta asing atau bank devisa.

Misalnya, pada hari ini kurs beli dolar AS Rp8.750,00 dan kurs jual Rp8.850,00. Apabila pedagang valuta asing atau bank devisa membeli dolar AS dari seseorang eksportir atau pihak lain yang memiliki dolar AS, digunakan kurs beli yaitu Rp8.750,00. Sebaliknya, apabila pedagang valuta asing atau bank devisa menjual dolar AS kepada importir yang memerlukan, digunakan kurs jual, yaitu Rp8.850,00, dengan demikian, setiap satu dolar AS pedagang valuta asing mendapat laba Rp100,00.

Apabila jumlah permintaan suatu valuta asing melebihi jumlah penawaran, kurs valuta asing itu akan naik. Sebaliknya, apabila jumlah penawaran suatu valuta asing melebihi jumlah permintaan, kurs valuta asing tersebut turun. Itulah sebebnya, kurs valuta asing setiap hari berubah. Perubahan kurs valuta asing itu mengikuti perubahan jumlah permintaan dan penawaran valuta asing. Dengan kata lain, perubahan kurs valuta asing ditentukan oleh perubahan dan penawaran valuta asing.

Referensi:
Suroso, Rendro Adi Widigdo. 2004. Pengetahuan Sosial Ekonomi. Solo: Tiga Serangkai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERTANYAAN DISKUSI

Pada kondisi bagaimana translasi mata uang asing mempengaruhi mata uang asing? Jawaban: Hubungan terbalik antara tingkat inflasi sebuah n...